Selasa, 01 Januari 2008

STORY OF BIRYU


THE STORY OF BIRYU

Jauh sebelum Kali menyebar malapetaka di tanah
Biryu, daerah ini ditinggali oleh masyarakat yang
dinamakan suku Saurabi.

Suku Saurabi terdiri dari para nelayan dan petani
biasa yang kegiatan sehari-harinya mencangkul
sawah atau pergi ke sungai untuk mencari ikan.

Tetapi ada sisi lain dari suku Saurabi yang sama
sekali berbeda dengan apa yang mereka kerjakan
sehari-hari. Jika seorang Saurabi sudah mencabut
pedang, dia akan menjadi prajurit yang paling kuat
dan tak tertandingi oleh siapapun di dunia Tantra.

Suku Saurabi sangat mencintai ilmu bela diri, karena
itu mereka selalu melatih fisik mereka secara terus
menerus. Mereka sangat disiplin dalam mengatur
waktu makan, minum ataupun istirahat. Di dalam
masyarakat Saurabi, tidak ada pembagian golongan
ataupun kasta atas atau bawah, mereka menganggap
semua orang itu sama derajatnya. Para Saurabi
melindungi kaum lemah dan mempunyai keyakinan
untuk saling menjaga kepercayaan.

Di daerah inilah, terletak sebuah Kastil kuno nan
megah, yang biasa disebut orang-orang sebagai Kastil
Biryu.


Kastil Biryu yang megah ini adalah simbol kekuatan dan kesucian para Saurabi, yang menjadikan Biryu tempat yang damai
dan aman. Oleh karena itu, Kali sang iblis Mara, tidak menganggap remeh suku Saurabi ini.
Pada suatu hari, dari arah barat datanglah seorang penyihir wanita yang sangat cantik ke Biryu. Para Saurabi menganggap
kemunculan penyihir cantik tersebut sebagai berkah dari sang dewa, karena ada kepercayaan bahwa jika Biryu mempunyai
penyihir maka Biryu akan menjadi makmur dan banyak pelancong yang akan datang.

Kemudian dibangunlah sebuah taman yang indah di sekitar kastil Biryu untuk wanita itu. Kabar kedatangan wanita cantik itu
telah menjadikan kastil Biryu sebagai pasar yang besar dan di luar kastil juga telah menjadi desa para pelancong yang telah
datang.











Saat musim semi datang dan pohon-pohon sakura
bermekaran, diadakanlah pesta yang besar di sekitar
kastil Biryu. Semua masyarakat Saurabi berkumpul
dan bersuka cita merayakan pesta musim semi.


Pada puncak perayaan, wanita cantik itu membagikan
air suci kepada semua orang yang sedang berpesta.
Air itu sebenarnya diambil dari danau di depan kastil
dan diberikan mantera sihir.

Wanita itu berkata, bagi siapa saja yang meminum air
itu akan menjadi tampak 10 tahun lebih muda.

Beberapa waktu kemudian, semua yang hadir di pesta
itu, terbuai dan mabuk oleh air sihir itu. Ada yang
teriak kegirangan, senang, bahkan ada yang rakus
ingin minum air sihir itu lagi.

Ternyata efek itu tidak bertahan lama, saat pesta
musim semi akan selesai, mereka semua terkejut.
Tampak di hadapan mereka, monster-monster Mara
muncul di tengah-tengah Biryu.

Saurabi-saurabi itu semuanya panik dan mengambil
senjata yang ada di dalam kastil. Tampak ampun lagi,
mereka saling membabi buta untuk menghunuskan
atau menembakkan senjata ke monster-monster yang
ada di hadapannya.

Saurabi-saurabi itu semuanya panik dan mengambil
senjata yang ada di dalam kastil. Tampak ampun lagi,
mereka saling membabi buta untuk menghunuskan
atau menembakkan senjata ke monster-monster yang
ada di hadapannya.

Kejadian mengerikan ini dikenang sebagai Tragedi
Perang Saurabi.

Tiba-tiba penyihir itu menghilang diiringi gema tawa
yang mengerikan. Orang-orang yang masih hidup
menyadari bahwa kemunculan penyihir wanita cantik
itu bukanlah merupakan berkah, melainkan sebuah
kutukan.

Para pelancong dan masyarakat Saurabi yang tersisa,
segera meninggalkan tempat itu sejauh mungkin.
Sedangkan mayat-mayat Saurabi yang saling bunuh,
bertebaran dimana-mana.

Namun, tiba-tiba terdapat suatu keanehan!









Setelah matahari terbenam, para Saurabi yang telah mati, hidup kembali! Tetapi mereka bukan manusia lagi, mereka sudah
berubah menjadi zombie! Mereka bisa bergerak tetapi jiwanya sudah hilang dan tubuhnya sudah membusuk.

Mereka hanya mempunyai keinginan untuk berkelahi.


Tragedi di kastil Biryu terdengar hingga ke telinga
Delapan Raja dan mereka segera pergi menuju Biryu.
Delapan Raja menyadari bahwa penyihir wanita yang
menghancurkan kastil Biryu adalah penyamaran dari
Dewi Kali. Selama ini, Kali telah menanamkan bibit iri
hati, kemarahan, dan kecemburuan di hati para
Saurabi. Kemudian dibangkitkan oleh air suci yang
sebenarnya adalah racun halusinasi yang mematikan.

Delapan Raja pun mengejar Kali, karena mereka
yakin, sang iblis Mara masih ada di sekitar Biryu.
Ternyata benar! Ia dan pasukannya sedang menyebar
petaka di daerah pertambangan, di mana masyarakat
Kappa tinggal di situ.

Tampaknya Kali sedang membuat markas baru di
sekitar daerah pertambangan sekaligus menguasai
masyarakat Kappa, untuk dijadikan budak.

Pertempuran pun terjadi di daerah itu, namun sayang
tiba-tiba Kali menghilang.

Menurut kabar dari Mandara, dewa Sethi telah disegel
oleh dewi Vidha di dalam Mudha dungeon.

Kastil Biryu sekarang kosong. Demi menjaga agar
Kastil Biryu tidak lagi dipergunakan oleh
maksud-maksud jahat, mereka menyegel kastil
tersebut dan menyerahkan penjagaan kepada Yasuda,
Odi, Yuri, dan Gubo.

Sampai tiba waktunya, bagi mereka yang mampu
mengatasi segala tantangan, akan mempunyai hak
memiliki Biryu dan menjadi Lord of the Castle.










Tidak ada komentar: