Tragedi di kastil Biryu terdengar hingga ke telinga Delapan Raja dan mereka segera pergi menuju Biryu. Delapan Raja menyadari bahwa penyihir wanita yang menghancurkan kastil Biryu adalah penyamaran dari Dewi Kali. Selama ini, Kali telah menanamkan bibit iri hati, kemarahan, dan kecemburuan di hati para Saurabi. Kemudian dibangkitkan oleh air suci yang sebenarnya adalah racun halusinasi yang mematikan. | |
| Delapan Raja pun mengejar Kali, karena mereka yakin, sang iblis Mara masih ada di sekitar Biryu. Ternyata benar! Ia dan pasukannya sedang menyebar petaka di daerah pertambangan, di mana masyarakat Kappa tinggal di situ. | |
| Tampaknya Kali sedang membuat markas baru di sekitar daerah pertambangan sekaligus menguasai masyarakat Kappa, untuk dijadikan budak.
Pertempuran pun terjadi di daerah itu, namun sayang tiba-tiba Kali menghilang. | |
| Menurut kabar dari Mandara, dewa Sethi telah disegel oleh dewi Vidha di dalam Mudha dungeon.
Kastil Biryu sekarang kosong. Demi menjaga agar Kastil Biryu tidak lagi dipergunakan oleh maksud-maksud jahat, mereka menyegel kastil tersebut dan menyerahkan penjagaan kepada Yasuda, Odi, Yuri, dan Gubo. | |
| Sampai tiba waktunya, bagi mereka yang mampu mengatasi segala tantangan, akan mempunyai hak memiliki Biryu dan menjadi Lord of the Castle. | |